Ya Allah Ya Tuhanku, tunjukkanlah kebenaran-MU kepada kami.
Kebenaran yang sesuai hati nurani, bukan "pembenaran" yang berlandaskan nafsu pribadi.
Kebenaran yang membebaskan, bukan kebenaran yang membelenggu.
Bukan juga kebenaran yang semu, apalagi kebenaran yang palsu.
Hanya Engkaulah yang MAHA BENAR.
Kebenaran dari Engkaulah kebenaran yang sebenar-benarnya.
Kami para manusia cuma meminjam sedikit kebenaran dari-MU saja.
Dan berilah kami petunjuk-MU dalam menggunakan kebenaran ini.
(Dani Kaizen)
Banyak orang yang baru "mengetahui" kebenaran.
Langsung sok paling benar sendiri.
Banyak orang yang cuma "hapal" teori kebenaran.
Tapi lagaknya seperti orang yang sudah pernah "mengalami kebenaran ?
Samakah orang yang "sudah pernah" ke negara Amerika ?
Dengan orang yang cuma "mengetahui/hapal" peta negara Amerika ?
Beruntunglah bagi orang-orang yang sudah pernah "mengalami kebenaran".
Karena kebenaran baginya adalah "mendamaikan", bukannya malah membuat kekacauan dan perpecahan.
(Dani Kaizen)
Mengapa kita harus memaksakan kebenaran versi kita sendiri ?
Mengapa kita harus membuat orang lain tersakiti hatinya ?
Apakah kebenaran cuma milik kita sendiri dan kelompok kita saja ?
Lebih baik sampaikanlah kebenaran dengan baik dan bijak.
Kebenaran hanya akan sampai kepada orang lain, jika kita sampaikan dengan bahasa yang santun.
Kebenaran hanya akan sampai kehati orang lain, jika kita juga menggunakan hati, bukan dengan emosi dan marah-marah.
(Dani Kaizen)
Mengapa kita harus selalu "berpikir negatif" kepada orang lain ?
Berpikir bahwa kata-kata/tulisan orang lain itu pasti salah.
Mengapa kita harus selalu "berburuk sangka" kepada orang lain ?
Menganggap pendapat/pemikiran orang lain itu pasti menyesatkan.
Bukankah lebih baik kita "berpikir positif" saja kepada orang lain.
Dan berbaik sangka kepada kata-kata/tulisan dan pendapat dari orang lain.
Mungkin merekalah yang selama ini benar dan kita cuma "merasa benar" saja.
(Dani Kaizen)