Iman yang benar akan tercermin dari akhlaknya.
Semakin tinggi iman seseorang, maka akhlaknya pasti akan semakin baik.
Jika akhlaknya semakin buruk dan dia semakin sombong dengan ibadah ritualnya.
Mungkinkah dia beriman dengan benar ???
Iman itu bukanlah sekedar ibadah ritual belaka.
Tapi harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan akhlak yang baik dan kata-kata santun yang menyejukan hati.
Bukan dengan kekerasan dan perusakan, apalagi menyakiti/melukai orang lain.
(Dani Kaizen)
Bagaimana mungkin orang non muslim akan tahu keindahan/kebenaran Islam ?
Jika kita sebagai muslim bersikap benci, kasar dan egois kepada mereka/non muslim.
Bagaimana mungkin orang yang berbuat dosa akan bertobat ?
Jika kita sebagai "saudara sesama muslim", malah saling menghujat dan menyesatkan.
Merasa diri/kelompoknya paling benar adalah kesalahan paling besar yang pernah kita lakukan.
Islam yang indah adalah ketika kita bisa menunjukkan/mempraktekkan "akhlak yang baik".
Yaitu akhlak yang tidak menyakiti/melukai hati orang-orang non muslim.
(Dani Kaizen)
Mentang-mentang mayoritas/banyak selalu membuat rusuh.
Menganiaya orang seenaknya sendiri dengan kekerasan dan perusakan.
Agama cuma dijadikan tameng untuk berbuat kedzoliman/penganiayaan.
Ayat-ayat suci cuma dijadikan "pembenaran" perbuatan jahatmu.
Seakan-akan Tuhan merestui kelakuanmu yang buruk ?
Seharusnya, jika ingin membuat orang lain benar dan baik.
Lakukanlah dengan cara yang benar dan baik juga.
Jangan dengan cara yang membuat orang lain tersakiti dan teraniaya.
(Dani Kaizen)
Terkadang teman-teman kamu berkata/berbuat yang menyakitkan hatimu.
Membuat kamu sangat sakit hati dan dendam.
Dihatimu ingin sekali membalas perlakuan buruknya.
Bahkan kamu berdoa yang buruk-buruk tentang dia.
Tahukah kamu ? Membalas perlakuan buruk dengan keburukan lagi.
Hanya akan membuat hidupmu tambah gelisah dan resah.
Maafkanlah kesalahannya, itulah yang akan membuat hatimu menjadi tenang.
(Dani Kaizen)