Bukannya sombong sih, kalau tidak ada saya,mana mungkin dia bisa sukses ?
Orang kok sombong banget ya, tidak seperti saya yang ga pernah sombong.
Kelihatannya kata-kata/kalimat diatas baik dan benar.
Tapi sebenarnya kata-kata diatas adalah bentuk kesombongan juga.
Terkadang kita merasa sudah tidak sombong.
Padahal "kata-kata" yang kita ucapkan menunjukkan kesombongan.
Hati-hatilah dengan perkatan kita, mungkin saja ada kesombongan yang tidak kita sadari.
(Dani Kaizen)
Apapun yang kita ucapkan tak ada artinya/sia-sia saja.
Jika yang kita "katakan" berbeda dengan apa yang kita "lakukan".
Merubah kata-kata tak akan bisa merubah suatu perbuatan.
Namanya keburukan tetaplah keburukan.
Walaupun kita tutupi dengan dalil ayat-ayat suci.
Kebenaran itu bukanlah "pembenaran" diri sendiri.
Merasa melakukan kebenaran,tapi kok suka sekali menyakiti/melukai dan mendzolimi orang lain ???
(Dani Kaizen)
Bagaimana mungkin orang yang mengaku taat beribadah ritual ?
Tapi kepada orang lain suka sekali merendahkan/sombong.
Bagaimana mungkin orang yang mengaku beriman ?
Tapi kelakuannya kasar,keras, dan suka menyakiti/merusak milik orang lain.
Orang-orang yang taat beribadah ritual dan mempunyai iman yang benar.
Pasti orangnya Tawadu'/rendah hati dan dermawan.
Tutur katanya pasti lembut, suka kedamaian dan pemberani.
(Dani Kaizen)
Dijaman sekarang duit/uang bisa menjelma dan berubah menjadi Tuhan.
Mereka mau dan bisa melakukan apa saja untuk uang.
Menghalalkan segala cara demi meraih uang.
Bahkan rela berbohong dan membunuh dengan kedok agama, padahal ujung-ujungnya duit/uang.
Uang memang dibutuhkan oleh semua orang.
Tapi uang bukanlah segala-galanya dalam hidup.
Janganlah uang dijadikan "tujuan" dalam hidup kita.
Karena uang "hanyalah alat" untuk mencapai tujuan hidup.
Tujuan hidup semua manusia yaitu BAHAGIA.
(Dani Kaizen)